
Judul Film : D’BIJIS
Sutradara : Rako Prijanto
Produksi : RAPI Films
Pemain : Tora Sudiro, Rianti Cartwrigth, Darius Sinathrya, Indra
Birowo, Gary Ishak, Syahrulli Lubis.
Durasi : 110 min
Genre : Drama Musical
Setelah menonton film ini, saya baru terpikir bahwa pada saat tahun 2006, film yang
bercorak drama musical sedang trend di Tanah Air Indonesia. Hal tersebut, terbukti dengan
munculnya film Mendadak Dangdut (2006) dan Dunia Mereka (2006), mungkin hal tersebut
yang akan disampaikan oleh sutradara muda yang berbakat yaitu Rako Prijanto. Ternyata, Rako
sangat tertarik untuk mengangkat kehidupan anak band yang lagi trend di Indonesia.
Contoh hasil karya Rako Prijanto yaitu The Bandits adalah nama sebuah band lokal yang
diangkat dalam isi film D’BIJIS. Awalnya, The Bandits memiliki potensi besar pada tahun 80 an
terpaksa harus bubar. Setelah mengalami kerusuhan panggung disuatu acara. Bonie (Darius
Sinathrya), sang vokalis yang dianggap sebagai penyebabnya. Setelah itu, Masing-masing
personil The Bandits berpencar dan menjalani kehidupan mereka masing-masing.
Kehidupan pun bergulir sampai tahun 2007, Asti (Rianti Cartwright) adik Bonie tiba-tiba
muncul dan berniat untuk menyatukan The Bandits kembali lagi satu persatu. Mulai Asti
menemui mantan personil The Bandits, yaitu Damon (Tora Sudiro) sebagai gitaris yang tadinya
hidup sebagai pekerja di bar dangdut, Gendro (Indra Birowo) penabuh drum, seorang
pengangguran dan sudah menikah, Bule (Gery Ishak) bassis yang ternyata memilih jalan hidup
yang cukup unik yaitu sebagai waria, dan Soljah (Syahrully Lubis) keyboardist, yang juga
mengalam perubahan fisik yang cukup luar biasa yaitu menjadi gemuk.
Cita-cita Asti dalam mewujudkan impian kakaknya tidak mudah. Tugas Asti bukan
sekedar meyakinkan mereka untuk membentuk The Bandits kembali lagi, tapi juga meyakinkan
mereka untuk mau meninggalkan dunia kehidupan mereka setelah The Bandits bubar. Dan ketika Damon, Gendro, Bule, dan Soljah bisa bersatu, tidak berarti masalah sudah selesai. Namun ada lagi masalah yang lain, dengan mencari vokalis yang sekualitas dengan Bonie, ditambah masalah eksistensi kepemimpinan menjadi isu utama yang dianggap tidak gampang.
Setelah menyelesaikan masalah satu persatu, maka The Bandits terbentuk kembali. Dan
ternyata Asti menyimpan rasa terhadap Bule, dan Damon juga menyimpan rasa terhadap Asti
juga. Lalu Asti menjadi bagian dari perjalanan konflik cinta segi tiga, antara Damon, Bule, dan
Asti. Cinta persahabatan dan penghormatan terhadap musik dan teman-teman itu sendiri
membaur menjadi satu cerita kembalinya The Bandits.
Hikmah dari film ini adalah bahwa persahabatan yang dibentuk dengan tulus tidak akan
hancur atau goyah oleh masalah rintangan yang dihadapi.
bercorak drama musical sedang trend di Tanah Air Indonesia. Hal tersebut, terbukti dengan
munculnya film Mendadak Dangdut (2006) dan Dunia Mereka (2006), mungkin hal tersebut
yang akan disampaikan oleh sutradara muda yang berbakat yaitu Rako Prijanto. Ternyata, Rako
sangat tertarik untuk mengangkat kehidupan anak band yang lagi trend di Indonesia.
Contoh hasil karya Rako Prijanto yaitu The Bandits adalah nama sebuah band lokal yang
diangkat dalam isi film D’BIJIS. Awalnya, The Bandits memiliki potensi besar pada tahun 80 an
terpaksa harus bubar. Setelah mengalami kerusuhan panggung disuatu acara. Bonie (Darius
Sinathrya), sang vokalis yang dianggap sebagai penyebabnya. Setelah itu, Masing-masing
personil The Bandits berpencar dan menjalani kehidupan mereka masing-masing.
Kehidupan pun bergulir sampai tahun 2007, Asti (Rianti Cartwright) adik Bonie tiba-tiba
muncul dan berniat untuk menyatukan The Bandits kembali lagi satu persatu. Mulai Asti
menemui mantan personil The Bandits, yaitu Damon (Tora Sudiro) sebagai gitaris yang tadinya
hidup sebagai pekerja di bar dangdut, Gendro (Indra Birowo) penabuh drum, seorang
pengangguran dan sudah menikah, Bule (Gery Ishak) bassis yang ternyata memilih jalan hidup
yang cukup unik yaitu sebagai waria, dan Soljah (Syahrully Lubis) keyboardist, yang juga
mengalam perubahan fisik yang cukup luar biasa yaitu menjadi gemuk.
Cita-cita Asti dalam mewujudkan impian kakaknya tidak mudah. Tugas Asti bukan
sekedar meyakinkan mereka untuk membentuk The Bandits kembali lagi, tapi juga meyakinkan
mereka untuk mau meninggalkan dunia kehidupan mereka setelah The Bandits bubar. Dan ketika Damon, Gendro, Bule, dan Soljah bisa bersatu, tidak berarti masalah sudah selesai. Namun ada lagi masalah yang lain, dengan mencari vokalis yang sekualitas dengan Bonie, ditambah masalah eksistensi kepemimpinan menjadi isu utama yang dianggap tidak gampang.
Setelah menyelesaikan masalah satu persatu, maka The Bandits terbentuk kembali. Dan
ternyata Asti menyimpan rasa terhadap Bule, dan Damon juga menyimpan rasa terhadap Asti
juga. Lalu Asti menjadi bagian dari perjalanan konflik cinta segi tiga, antara Damon, Bule, dan
Asti. Cinta persahabatan dan penghormatan terhadap musik dan teman-teman itu sendiri
membaur menjadi satu cerita kembalinya The Bandits.
Hikmah dari film ini adalah bahwa persahabatan yang dibentuk dengan tulus tidak akan
hancur atau goyah oleh masalah rintangan yang dihadapi.

Tidak ada komentar:
Posting Komentar